
Rasa cinta
Namam sebuah band tercipta karena ada sesuatu hal yang pernah ditemui atau dialami oleh seluruh personel. Sama seperti yang Reno (vokal), Bello (gitar), Anjas (bass) dan Gipo (keyboard) rasakan, sehingga memilih OreoCapucino sebagai nama band.
Reno menceritakan bagaimana tercetusnya OreoCapucino menjadi nama band mereka. “Waktu itu kami semua lagi hangout di salah satu kafe. Waktu itu, kami semua sedang makan oreo dan minum cappuccino. Dan kebetulan ada perform live music, sehingga kami sepakat untuk membuat band dengan nama OreoCapucino,” tutur cowok kelahiran Balikpapan 20 Juli 1996 ini. Nama yang unik dan mudah diingat akhirnya membuat mereka semakin dikenal oleh orang-orang. “Sampai saat ini, kami masih sering diundang untuk mengisi di sebuah acara atau tempat,” tutur Bello.
Untuk aliran, mereka semua setuju untuk memainkan pop dan jazz. “Karena target awal kami semua kalangan. Sehingga kami memilih genre yang akrab di telinga masyarakat,” ungkap Anjas, cowok yang hobi nonton ini.
Band yang terbentuk pada 29 Februari 2010 ini, sudah memiliki beberapa lagu, salah satunya Rasa Cinta. Single ini menceritakan curahan hati seorang cewek tentang cowok yang berjanji akan selalu ada buat dirinya dan menjaganya. “Proses pembuatannya lumayan cukup lama. Karena kami harus menentukan musik yang sesuai dengan lirik lagunya,” tutur Reno. Gipo mengaku kalau puluhan kali harus mengubah aransemen musiknya. “Kadang awalnya pas, tetapi pada reff musiknya enggak sesuai,” sambung cowok kelahiran Balikpapan 28 Januari 1995.
Mereka berempat berencana untuk membuat album beserta mempromosikannya. “Semoga dalam waktu dekat ini, semuanya rampung. Yang diselesaikan dulu di tahun ini adalah album yang sudah selesai,” koar Anjas, cowok yang bernama lengkap Zulfaton Anjasmara. Kalau ada kesempatan, mereka semua berencana membuat sebuah acara untuk mempromosikan album pertama mereka. “Itu harapan kami semua, dan semoga aja bisa terwujud pada tahun ini,” ungkap Reno.
Mereka semua memiliki harapan yang sama untuk perkembangan musik di Balikpapan. “Semoga ke depannya menjadi lebih baik lagi. Dan semua musisi di Balikpapan bisa terkenal di luar kota,” sahut Bello, cowok kelahiran Balikpapan, 31 Januari 1996 ini. “Dan pastinya memberikan wadah buat kami semua para musisi lokal untuk bisa berkarya,” tut
0 Komentar