Pelangi Kau Pergi

Friendskids band pertemanan masa kecil, usung Rock Alternatif penggemar bilang mirip grup band Paramore asal Amerika Serikat.

Mengusung genre di jalur Rock Alternatif, Friendskids terbentuk dari teman ke teman.

Mulai dari teman kecil masa SD, atau sohib di bangku SMA, bahkan teman satu kampung.

Friendskids secara resmi terbentuk pada September 2019.

Awalnya mereka hanya main-main, buat lagu, dan jamming di acara secara random.

“Dulu sih cuma main-main biasa di salah satu kafe. Ada yang merespons, ini sepertinya lagunya bagus kenapa tidak direkam saja,” ujar Alan Dwiansyah (Rhythm Guitar).

Alan Dwiansyah (Rhythm Guitar) grup band Friendkids asal Balikpapan, pengusung genre Rock Alternatif.

Alan Dwiansyah (Rhythm Guitar) grup band Friendkids asal Balikpapan, pengusung genre Rock Alternatif. (TRIBUN KALTIM/DWI ARDIANTO)

Selain Alan saat itu mereka masih main bertiga dengan Surya Nata (drummer) dan Sandi Hadiant (Bassist).

Dengan respons seperti itu, maka mereka pun mulai memikirkan membuat band dengan tambahan personel.

Anisa Nur Rezky (Vocal) berasal dari teman SD yang punya teman

Kemudian Andri Massie (Lead Guitar) adalah senior Alan. Jadilah Friendskids, band dari teman ke teman.

Setelah lengkap terkumpul lima personel, mereka pun mulai membuat lagu secara serius.

Single pertama Pelangi Kau Pergi sudah rilis di platform YouTube pada 21 Juni 2021.

Lirik lagu ini diciptakan Anisa berdasarkan pengalaman pribadi yang sedang patah hati.

“Aku yang nulis liriknya, sedangkan musik teman-teman di sini. Dulu pada 2016 saat masih kuliah semester 2 aku tuh patah hati. Kita tahu pelangi itu indah tapi cuma sebentar aja. Tak tahu kapan datang dan perginya. Pacaran sebentar tiba-tiba selesai,” tutur Anisa, satu-satunya personel wanita dalam band ini.

Lagu ini direncanakan menjadi bagian project menjadi soundtrack.

“Teman yang nawarin dan sekarang masih proses,” kata Anisa.

Untuk single kedua, Trust Me saat ini masih rencana rekaman. “Udah sering dibawakan tapi belum recording,” kata Alan.

Trust Me yang liriknya dalam bahasa Inggris diciptakan Sandi.

Tema masih berkisar seputar cinta. Inspirasinya juga berasal dari pengalaman pribadi Sandi.

“Ini tentang seseorang yang selalu disia-siakan. Sudah berjuang mati-matian tapi tak dihargai,” seloroh Sandi.

Sejauh ini banyak respons positif terhadap lagu pertama yang sudah dirilis.

Banyak pendengar yang suka dan bilang kalau Friendskids mirip band Paramore asal Amerika Serikat.

Paramore dibentuk pada 2004 di Franklin, Tennessee, AS, dengan vokalis Hayley Williams.

Paramore melejit berkat lagu Decode yang merupakan OST Twilight, film yang sangat booming pada 2008.

“Banyak yang bilang kalau musik kita tuh kayak Paramore. Mungkin karena genrenya Alternatif Rock jadi influence-nya kayak Paramore banget,” tutur Anisa. Mereka pun tak keberatan.

Pasalnya Paramore adalah grup band dengan perjalanan karier kinclong dan pernah meraih penghargaan Piala Grammy untuk pertama kali pada ajang Grammy Awards ke-57 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat pada Februari 2015.

Piala pertama Paramore dalam ajang penghargaan musik paling dihormati ini diraih melalui lagu "Ain't it Fun" dalam kategori Best Rock Song. 

Saat ini Friendskids telah memiliki sejumlah materi lagu.Pelan-pelan lagu-lagu yang mereka ciptakan akan mulai direkam dan rilis dalam bentuk platform digital.

“Masih kumpul dana dan matangkan materi. Agak lama karena terkendala momentum. Misalnya single pertama mau dikeluarin Maret tapi karena Ramadhan maka ditunda,” kata Alan.

Selain itu, mereka masih selektif memilih dan memilah lagu untuk direkam. Juga memberi kejut kepada pendengar.

“Kami pilih lagu untuk rekaman biasanya berdasarkan voting. Terus alirannya kemana nih untuk lagu selanjutnya meski kami mengusung Rock Alternatif. Biar orang makin penasaran,” ungkap Andri.

Friendskids memiliki target, akhir tahun ini bisa mengeluarkan mini album berisi lima lagu.

Kutipan Share by FRIENDSKIDS